Senin, 07 November 2011

Tingkatan Doa

A.     Doa
Doa merupakan Amalan hati yang akan mendongkrak kesuksesan anda. Anda akan mendapatkan kebahagiaan di dunia ini dan anda akan  mendapatkan pahala Disi Tuhan di Akherat kelak. Didalam berdoa harus memiliki syarat tertentu diantarannya :

1.      Optimis

Optimisme memiliki beberapa tingkatan, yang setiap tingkatan lebih tinggi daripada yang lainnya dan juga memiliki beberapa kedudukukan yang sebagian berada diatas sebaian yang lainnya.

a.      Tingkatan pertama
Optimisme yang menggugah seorang hamba untuk berusaha keras dalam beribadah dan berusaha. Bahkan optimisme ini dapat menumbuhkan kenikmatan dalam anda berusaha seberat apapun atau sesulit apapun yang anda kerjakan.

b.      Tingkatan kedua
Orang-orang yang melawan hawa nafsunya dengan meninggalkan kebiasaan awal kemudian ia berubah menuju kebiasaan barunya yang lebih baik dari kebiasaan awalnya. Maka optimisme mereka untuk meraih tujuan akan dijalaninya dengan semangat yang tinggi.

c.       Tingkatan ketiga
Optimisme orang-orang yang memiliki hati nurani untuk bersua dengan pencipta-Nya dengan perasaan yang sangat merindukannya. Ini merupakan tingkatan optimis yang paling tinggi dimana tidak akan mengkhawatirkan apapun yang akan terjadi, justru yang ia pikirkan adalah proses yang ia lakukan sudah maksimal baik secara duniawi maupun secara ukhrowi.

2.      Ikhlas
Ikhlas sangat erat kaitannya dengan hati. Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak peduli meskipun semua penghargaan yang ada dalam kalbu orang lain lenyap kalau memang harus demikian jalannya, demi meraik kebaikan hubungannya denga Alloh.
Orang sering salah pengertian mengenai ikhlas. Seperti contoh Si Fulan mengatakan “Aku ikhlas kok dengan semua kejadian ini”. Sebenarnya dia tidak ikhlas. Keikhlasan tidak dapat dianyatakan dengan kata-kata. Justru apabila mengatakan dengan kata-kata kemungkinan keikhlasan anda perlu dipertanyakan.


3.      Permohonan
Permohonan merupakan suatu hal yang dinyatakan dengan permintaan. Permintaan ini anda nyatakan kepada Tuhan anda dengan sungguh-sungguh dan anda lakukan secara berulang-ulang. Anda melakukannya dengan tanpa mengenal waktu tanpa mengenal lelah juga tanpa mengeluh apalagi putus asa.

4.      Pengharapan
Pengharapan merupakan kelanjutan dari permohonan dimana dalam melakukan suatu permohonan harus disertai pengharapan dan upaya merendahkan diri agar apa yang anda minta dikabulkan.

5.      Takut
Takut yang dimaksud adalah takut apabila dirinya bukan dari golongan orang-orang yang saleh, sehingga ia memiliki kemingkinan yang sangat kecil doannya tidak dikabulkan. Takut apabila doa yang ia panjatkan tidak tercapai. Mungkin karena Tuhan tidak menerimanya atau juga terhalangi oleh dosa-dosa yang ia perbuat.

6.      Tawakal
a.      Percaya kepada ramalan buta dan pesimistis
b.      Berpura-pura tawakal dengan menggantungkan hidupnya.
Artinya dia sepertinya bertawakal tetapi sebenarnya dirinya menyerah tanpa syarat dengan menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Bergantung kepada orang tuanya,menjadi beban saudara laki-lakinya menjadi beban saudara perempuannya yang mempunyai pekerjaan tetap.
Sahabat tawakal ini hanyalah bersandar kepada kepada yang hak dijadikan sandaran. Bukan bersandar kepada makhlik yang lemah. Sebagai contoh bersandar kepada kekayaan, kakayaan akan habis. Bersandar kepada jabatan, jabatan akan turun, bersandar kepada orang, orang akan mati dll. Akan tetapi cukuplah bersandar kepada Tuhan  yang Maha kuasa atas segala sesuatu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar