APAKAH ANDA MAHASISWA SUKSES?
Kalo ditanya mahasiswa sukses jawabanya seperti apa sih... Banyak hal, banyak pendapat yang menjawab tentang hal ini. Juga banyak buku-buku yang mengajarkan bagaimana caranya sukses dalam perkuliahan. Baik dari kalangan muda maupun kalangan senior, juga kalangan pakar-pakar yang ada.
Mendapatkan Beasiswa?
Saya seorang anak laki-laki dari daerah telor asin yang begitu terkenal di wilayah Jawa Tengah Bagian Barat yaitu Brebes. Semenjak dari SD saya juga selalu mendapat gajian beasiswa sampai SMA. (Semoga ga jadi tinggi hati ya....). Saya sadar untuk mendapatkan beasiswa-beasiswa tersebut persaingannya sangat ketat. Dan orang yang mendapatkannya hanya orang-orang pilihan. Ada tiga kategori yang minimal salah satunya yang harus kita miliki untuk mendapatkan beasiswa. Harus pinter kurang mampu atau hoki.
Untuk kuliah S1 saya juga mendapatkan beasiswa penuh dari Dekopin mulai dari masuk kuliah sampai mendapatkan ijazah. Beasiswa yang saya dapatkan waktu kuliah itu beasiswa hoki. Karena tanpa perjuangan yang menguras otak.
Teman saya juga seorang anak-laki yang berasal dari Daerah Jatinangor Sumedang. Dia juga mendapatkan beasiswa penuh dari Sampoerna Foudation. Dan untuk mendapatkan beasiswa tersebut juga butuh perjuangan yang sangat berat. Dan anda juga pasti tahu. Hanya orang pilihan yang layak menerimanya. Tapi kalo dah tahu caranya gampang kok. Yang ini benar-benar orang pintar yang bisa. Karena perlu memutar otak bagi yang membutuhkannya.
Yang terakhir beasiswa tidak mampu contoh beasiswa dari dompet dhuafa. Tapi ini juga untuk siswa yang pinter tapi kurang mampu.
Yang jadi pertanyaan. Apakah mereka yang mendapatkan dijamin sebagai mahasiswa sukses?.... belum tentu.
Bintang kelas/pinter?
Saya memiliki teman yang kepandaiannya bisa saya nyatakan jempolan. Yang pertama perempuan, juara paralel mulai dari SD sampai SMA. Soal nilai tidak usah diragukan dia bisa menembus juara paralel kabupaten waktu lulus SMP juga SMA. Dan untuk nilai waktu akan kuliah dia juga memdapatkan nilai terbaik di kampus yang di pilihnya di wilayah Jakarta.
Yang kedua seorang laki-laki, kelahiran Surabaya soal kepandaian juga tidak diragukan soal nilai sangat bagus. Tetapi untuk teman yang kedua ini hidupnya belum begitu beruntung. Waktu terakhir kali bertemu dia sebagai cleaning servis di salah satu bengkel di wilayah Semarang.
Yang ketiga seorang laki-laki, kelahiran Jawa Tengah dia juga nasibnya kurang beruntung. SD, SMP,SMA di disekolah ternama, bahkan di SMA mendapatkan juara paralel kota Tegal. Kuliah Sudah nembus STT Telkom. Tapi beralih ke kampus yang ke-2. Disini menurut saya soal kemampuan dan kepandaiannya tidak diragukan lagi. Tetapi sangat disayangkan kampus tidak pernah menghargai usaha dan skillnya. Padahal soal IP sampai dengan semester IV sangat tinggi yaitu 4.00. Sampai sekarang Belum lulus. Tapi sudah memiliki lebih dari dua proyek properti yang nilainya diatas 70 milyar.
Apakah menjamin mahasiswa tersebut sebagai mahasiswa sukses?....Tidak juga
Dari Sekolah ternama?
Bicara soal Almamater kembali ke teman saya yang diatas saya ceritakan memiliki IP 4.00. soal almamater dia sebelum kuliah. Saya bilang bagus-bagus, seperti SMA BPK Penabur Jogjakarta, SMP 5 Semarang. Tapi untuk kuliah ditempat yang pola pikirnya berbeda dengannya. Maka ia menyatakan lebih baik mengundurkan diri.
Yang kedua dia dari Jakarta dan kuliah universitas ternama Indonesia di Jakarta. Soal kepandaian tidak diragukan. Tetapi sekarang memutuskan untuk mengundurkan diri, dengan alasan ada tanggungjawab keluarga yang harus diselesaikan olehnya. Sebagai tulangpunggung keluarga.
Yang ketiga mahasiswa dari bengkulu yang kuliah di universitas terbaik di Bandung. Baru kuliah sampai semester tiga. Ia memilih untuk kembali ke semester pertama di universitas lain.
Apakah almamater menjamin menjadikan Mahasiswa sukses?.... Mungkin bisa.
Dan dari yang lain-lainnya... sebenarnya masih banyak lagi. Akan tetapi dalam buku ini penulis akan menggaris bawahi tiga hal.
Yaitu Yang pertama A
Sudah sewajarnya sebagai ahlul ilmu apabila ilmunya bertambah maka semakin merunduklah jiwanya. Semakin besar rasa syukurnya dan semakin dekatlah dirinya dengan Tuhannya, alloh robul alamin.
Itulah seharusnya mahasiswa, semakin tinggi pendidikannya semakin takwa, semakin dekat kepada agamannya. (ce ileh.... kalo kayak gini semua seru kayaknya ya kang....). sebagai salah satu kadar kesuksesannya yang dibilang susah-susah gampang. Kenapa ya saya menekankan banget terhadap doa.
“tidak ada yang yang lebih mulia disisi Alloh selain doa” (HR.Turmudzi,Ibnu Majah, dan Ahmad)
Sebagai manusia sadar atau tidak sesungguhnya di dalam hati terdapat sobekan yang tidak bisa dijahit kecuali dengan menghadap penuh kepada Alloh. Didalamnya juga ada sebuah keterasingan yang tidak mampu diobati kecuali dengan menyendiri dengan penciptanya. Di dalam hati juga terdapat tututan yang tidak akan berhenti sebelum kepada sang kholik sebagai tujuan. Bahkan jika hati ini diberi dunia beserta isinya, kebutuhan tersebut tidak akan terpenuhi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar