Selasa, 08 Desember 2009

Pengertian Kompetensi

KOMPETENSI

Menurut Purwadarminta dalam kamus umum Bahasa Indonesia, kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Kompetensi yang ada dalam Bahasa Inggris adalah competency atau competence merupakan kata benda, menurut William D. Powell dalam aplikasi Linguist Version 1.0 (1997) diartikan:

Pertama, kecakapan, kemampuan, kompetensi. Kedua, wewenang. Kata sifat dari competence adalah competent yang berarti cakap, mampu, dan tangkas.

Menurut Dellla Summers, (200:311) dan Radolf Quirk (2005:88) “kompetensi” adalah sebagai kemampuan mengerjakan sesuatu dengan benar (Competency is ability to do something well), Sedangkan Sally Wechmeier-Michael Abhy (9200:246) berpendapat bahwa kompetensi adalah kemampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan baik atau suatu keterampilan yang diperlukan untuk suatu pekerjaan atau tugas tertentu (Competencu is the ability to do something well or a skill that you need in particular job or for a particular task). Sementara itu kemampuan kerja pegawai menurut pendapat Keith Davis (dalam Mangkunegara; 2007:67) (dalam Riduwan; 2003:35) dirumuskan:

Ability = Knowledge + skill.

Beberapa ahli manajemen berpendapat tentang arti penting faktor kompetensi lembaga atau perusahaan diantaranya Gery Hamel dan Ck. Prahalad (dalam Andrew campbell dan Kethleen Sommers Luchs; 1997:5) mengatakan bahwa

Kompetensi adalah keterpaduan tekhnologi dan keterampilan yang merupakan akumulasi dan proses latihan dan belajar, serta memiliki kontribusi dalam keberhasilan usaha. Kompetensi yang dimiliki oleh sumber daya manusia suatu lembaga atau perusahaan secara dominan menetukan kompetensi dari perusahaan tersebut dan keunggulan daya saing (competitive advatage) diantara pesaingnya.

Andrew Campbell dan Kethleen Sommers Luchs (1997:7) mengatakan bahwa dalam 30 tahun terakhir ini berfikir tentang strategi bisnis pada intinya adalah tentang kompetensi spesifik yang diperlukan untuk memenangkkan persaingan. Mereka mengutip pendapat seorang akademisi terkemuka jepang yang mengatakan bahwa kompetensi adalah kekayaan yang tidak dicatat dalam neraca perusahaan akan tetapi menentukan keberhasilan strategi bisnis perusahaan.

Sementara itu seorang akademisi terkemuka Amerika Philip Selznik (dalam Andrew Campbell dan kathleen Sommers Luchs: 1997:6) mengatakan bahwa strategi bisnis perusahaan ditentukan berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. Philip Selznik, dalam tahun 1957 memperkenalkan “distinctive competence” yang kurang lebih memiliki makna kompetensi yang berbeda atau spesifik; menurut Selznik individu yang memiliki kompetensi dibidang yang satu kemungkinan tidak kompeten dibidang yang lainnya, dan setiap perusahan harus memiliki prinsip-prinsip kompetensi yang spesifik dan berbeda dengan pesaingnya agar dapat mempertahankan eksistensinya dalam jangka panjang, menghadapi para pesaingnya.

Mitrani Alain (dalam Sugiyanto; 2007:64) berpendapat bahwa ketidaksamaan dalam kompetensi menjadikan seorang pelaku berbeda dan bahkan unggul dari pelaku lainnya.

Kenneth Andrew dari Harvard Business School. (1960), mengatakan bahwa strategi bisnis disusun berdasarkan kompetensi yang dimiliki dan dipersiapkan sebaik-baiknya sebagai keunggulan daya saing. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Igor Ansoff (dalam Andrew Campbell and kathleen Sommers Luch; 1997:6) bahwa suatu perusahaan perlu secara cermat menyusun profil kompetensinya sebagai dasar strategi bisnisnya agar berhasil meraih peluang yang ada. Melengkapi pendapat tersebut Christensen, Andrews dan Guth (dalam Andrew Campbell and kathleen Sommers Luch; 1997:6) berpendapat bahwa keunggulan daya saing suatu perusahaan ditentukan oleh kompetensi spesifik yang dimilikinya.

Peter F Drucker (1985:130) menambahkan tentang kompetensi tersebut bahwa bagian terpenting dari kompetensi adalah kemampuan berinovasi secara terus menerus dan hal tersebut memiliki andil besar pada keberhasilan.

Ridwan (2003:43) mengartikan

kompetensi sebagai pengetahuan dan keterampilan pegawai dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya.

Sementara David Fitt( dalam Alain Mitrani et. Al; 1995:127) memberikan definisi

kompetensi sebagai kemampuan untuk memberikan hasil atau memberikan nilai lebih bagi perusahaan.

Menurut Sugiyanto (2007:61) Kompetensi memiliki makna sebagai kemampuan untuk melakukan sesuatu tugas dengan baik. Pendapat tersebut diperkuat dengan definisi Spenser dan Spenser 1993 seperti dikutip oleh Sugiyanto; 2007:63) bahwa kompetensi adalah sifat dasar seseorang yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu pekerjaan secara efektif dan sangat berhasil ( a competency is an underlying characteristic of an individual that is causally related effective and/or superior performance in a job situation). Konferensi pakar sumber daya manusia di Johannesburg sepakat untuk mendefinisikan kompetensi sebagai :

a cluster of related knowledge, skills, attitude that affect a major part one’s job (role or responsibility), that corelates with performance on the job,that can be measured against well- accepted standards, and that can be inproved via training and development.

Syaiful F. Prihadi (dalam Sugiyanto; 2007-61-64) pada intinya para pakar konferensi tersebut mendeskripsikan kompetensi terdiri dari pengetahuan (knowledge) keterampilan (skill) dan sikap (atitude).

Sejalan dengan definisi-definisi tersebut, kompetensi ternyata merupakan faktor penting dan penentu keberhasilan pencapaian tujuan suatu usaha. Menurut Morad Baso (dalam Sugiyanto; 2007:65) kompetensi merupakan suatu unsur penentu upaya peningkatan kinerja perusahaan. Lebih lanjut menurut Achmad S. Rucky (dalam Sugiyanto 2007:64) komponen yang membentuk kompetensi seseorang adalah:

1. Motif (motives)

AdalahSesuatu secara konsisten dipikirkan atau dikehendaki oleh seorang yang selanjutnya akan mengarahkan, membimbing, dan memilih suatu perilaku tertentu terhadap sejumlah aksi atau tujuan

2. Karakteristik pribadi (traits)

Adalah karakteristik fisik dan reaksi atau respon yang dilakukan secara konsisten terhadap suatu situasi atau informasi

3. Konsep diri (self consept)

Aperangkat sikap, sistem nilai atau citra diri yang dimiliki seseorang.

4. Pengetahuan (knowledge)

Adalah informasi yang dimiliki seseorang terhadap suatu area spesifik tertentu

5. Keterampilan (skill)

Adalah merupakan kemampuan untuk mengerjakan serangkaian tugas fisik atau mental tertentu.

Menurut pendapat Sharma VK (dalam Sugiyanto; 2007:65) menyebutkan bahwa formulasi kompetensi sebagai berikut:

Competence = knowledge + skill + attitudes + talents.

Kompetensi sumber daya manusia hasil kajian Perin (Anwar Prabu; 2007:186) yaitu sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan yang luas tentang visi, kemampuan mengantisipasi pengaruh perubahan, kemampuan memberikan pendidikan tentang sumber daya manusia dan kemampuan lini eksekutif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar